Senin, 28 November 2011

Mati Ya Mati

Mati,.yah mati,...

Setiap orang pasti menuju kesana. Karena kematian pasti bukanlah keniscayaan. Di kantor saya, setiap ada orang yang mati, selalu diumumkan melalu pengeras suara yang tersambung didinding setiap ruangan, dan aku selalu merenung,..yah suatu saat pasti namaku juga akan disebut dan diumumkan.

Mati yah mati......

Sebuah penantian yang setiap orang pasti akan menuju kesana

Kalau pengen sukses, pengen kaya, pengen punya istri cantik, belum tentu semua akan terjadi,..tapi kalau pengen mati,.gak usah dimintapun pasti akan datang.Kematian tidak akan tahu kapan akan menjemput kita.

Mati ya mati

seolah ini dianggap hanya sebuah fata morgana

Semua orang melupakan ini,.bahkan menganggap kematian hanya perlu direnungkan oleh tiap insan manusia yang berusia 60 tahu.Anak muda seolah menganggap bahwa kematian bukanlah milik mereka. Padahal kematian, tidak mengenal tua muda, siapapun asal maut menghendaki, tua atau pun muda pasti akan mati

Mati ya mati......

Semua orang mengejar dunia, semua orang mengejar kekayaan.Mereka tidak sadar rumah yang sesungguhnya hanyalah berukuran 2x1.Apa yang kita miliki tidak akan muat dirumah masa depan kita itu.Mobil, rumah yang kita miliki, bahkan keluarga yang kita sayangi, hanya bisa mengantar kita di pintu masuk rumah ukuran 2 x 1 tersebut.Karena rumah itu abadi.dan rumah itulah sebagi pintu masuk awal dari masa tidur kita, atau mimpi kita.Karena sbetulnya kita ini sekarang sedang tidur, sedang mimpi...dan bangun sesungguhnya ketika kita mati

Mati ya mati,...

Marilah kita semua berpikir tentang itu

Apa yang sudah kita perbuat untuk sesama, untuk Allah..

Dan apa kita selalu mengingkari nikmat Allah

Larangan Allah,..

Mengingat itu semua,.tak sanggup rasanya aku mati hari ini.





Pondok hasanudin

Jam 00.00

N.AK

Jumat, 25 November 2011

Kukejar atau Kulupakan



Aku heran dengan perasaan akhir-akhir ini.Kenapa sejak aku bertemu dengannya, otakku selalu saja mikirin dia.Lha wong gadis ayu disebelahku aja gak pernah aku pikiran, padahal dia cantik, seksi, berbody aduhai,.dan ehmmm,..asoi..Kenapa dia yang aku tidak tahu siapa Bapak Ibunya, dimana rumahnya, berapa umurnya, wetonnya apa, dan dari partai mana dia berasal, kok bisa-bisanya mengganggu konsentrasiku. Apakah ini yang dinamakan cinta pada pandangan pertama?? Ataukan ini yang dinamakan cinta buta??. Cintaaaaa??? Ah barang apalagi ini. Cinta kok pada pandangan pertama, cinta kok buta.Apakah cinta itu ada hubungannya dengan mata yaaa.Kalau begitu, orang buta gak boleh jatuh cinta dong.Naif kalo gini ah.

Gadis itu hadir begitu saja dalam kehidupanku.Tanpa pernah kuminta,kumimpikan,kubayangkan, apalagi kuniatkan.Dia tiba-tiba hadir saja dalam pikiranku.Ketika aku melihatnya pertama kali dan dia melihatku pertama kali. Mungkin sudut pandang penglihatan antara aku dan gadis itu bisa jadi beda.Kalau aku melihat dia waktu itu, ada rasa kesejukan dihati, ada rasa nyaman, rasa suka, rasa yang berbunga.Tapi si gadis itu mungkin lain kali, bisa jadi dia melihatku dengan rasa penasaran. Ini cowok siapa yah?? Kok Nyasar kesini.Ini khan acara buat gadis-gadis cantik.Yang datang kesini, yah harusnya yang tampan, kaya, borjoius, minimal berjas, berdasi, dan berkantong tebal.Atau kalau tidak ya minimal mukanya kayak Tom Cruise lah,begitu pikirnya.Llha aku??? kayak Tom Cruise juga tidak, miripm SBY apalagi, bahkan mirip artis top Ibukota juga gak ada potongan.Berarti kedatanganku ke acara itu benar-benar sebuah kecelakaan..Dalam hal sudut pandang aja, mungkin antara aku dengan gadis itu berbeda.Tapi kok ya berani-beraninya otakku berpikir dan membayangkan dia.

Sebenarnya gak ada yang istimewa padanya, yang bisa kujadikan alasan untuk aku selalu memikirkan dan mencintainya.Memilikinya apalagi.Nggaklag.Gak Mungkin.Mimpi kali yeeeee.Aku gak punya motivasi apapun kepadanya.Bahkan untuk sekedar tahu dimana rumahnya,apa pekerjaannya, kuliahnya semester berapa, pasangannya siapa namanya, dan bahagiakan dia sekarang, aku gak ada keinginan untuk menanyakan itu.

Tapi, yang aku heran dengan diriku ( padahal diriku aja gak heran dengan aku,.hehe ) aku selalu rindu sms dengannya, Aku gak mampu menahan keinginanku untuk selalu sms dia tiap hari, dengan berbagai pertanyaan yang sebenarnya gak penting.Dan diapun selalu merespon cepat setiap sms yang aku kirimkan ke dia.Dan ini membuat aku bahagia, seneng dan gimana gitu.Ah apakah aku mencintainya ya? Lagi-lagi aku ragu pada diriku sendiri.
“Nggak ah, tidak mungkin!!” pikirku.
Bagaimana aku mencintainya, ketemu aja hanya sekali.Dan pertemuan-pertemuan berikutnya hanya lewat sederet kata2 di layar hp.Lalu, apakah yang terjadi pada diriku.OMG?

Aku sungguh dibuat termabuk-mabuk kangen dibuatnya,dan aku sungguh tidak tahu apakah aku mencintainya atau tidak, karena sebenarnya yang kurasakan bukan itu, tetapi lebih pada kerinduan akan senyumnya, tatapan matanya, dan sms-smsnya walau tidak bermakna.
“ Bedanya cinta sama rindu apa bossss?” kata temenku si gendut berkaca mata sok tahu yang pernah kucurhatin tentang kejadian itu.
“ Ya beda to aja, intinya aku gak pernah berpikir ingin memilikinya saat ini, entah besok yaaa ,” kataku.
“Cinta khan gak harus memiliki to bossssss,..dah dech jangan ngigau” temenku mengingatkan.
“Ngigau, mukamu itu,..ini nyata kok,”

Cinta tanpa memiliki memang menyebalkan, tapi memang nyata dan faktual.Sungguh disatu sisi, hatiku sudah kena virus cinta, dan aku harus mengahncurkannya dengan penuh keberanian.Aku tidak boleh larut dalam kerinduan yang tidak bertepi ini.Karena barangkali gadis yang kupikirkan itu, toh juga tidak memikirkanku.Ngapain aku harus buang-buang energi untuk memikirkannya tiap hari.Apakah aku harus menjauh darinya.Apakah aku perlu mendelete no hpnya di kehidupanku?? Agar aku bisa menjalani kehidupanku dengan tenang.

Tapi kalau aku menghapuskan dia dalam memoriku, apakah ini patut kulakukan? Manusia yang berjiwa Pancasila nggak selayaknya menghilangkan manusia lain, dalam posisi dan status apapun, dari kehidupannya, walau ini hanya sekedar menghapus bayangnya, atau menghapus no hpnya. Bagiku, itu tidak manusiawi.Setiap orang ingin dihargai, dicintai, disayang,dimuliakan, dan tidak berhak dihilangkan.Jadi kalau kita tidak ingin diperlakukan begitu, ya selayaknya aku gak memperlakukan dia seperti ini.Kita sebagai manusia selalu ingin diterima, dihargai dan dimanusiakan.begitu bisikan yang kuterima secara tiba-tiba dalam hatiku.Oalah Tuhan!! lalu apa yang harus kulakukan.Berilah aku jawaban untuk untuk menempuh yang seharusnya kutempuh: sebaiknya aku harus bagaimana ke dia?? kukejar dia sampai dapat, atau kulupakan dia selamanya??

Bumi Hasanudin
10 September 2011
N.A.K