Membahas masalah cinta akan sangat panjang dan penuh perdebatan, karena arti “cinta” bagi setiap orang mungkin berbeda-beda. Namun kali ini yang akan kita kupas mungkin sering terjadi, atau mungkin kita sendiri juga pernah mengalaminya. Apa itu? Tidak lain adalah sebuah episode dari true love story perjalanan cinta kita mencari pasangan hidup. Kalau dibuat novel (yang kemungkinan besar bisa box office), judulnya adalah “Metamarfosis Cinta” atau “Perempuanku kenapa kau campakkan aku?” karya Paijo yang sebentar lagi akan diterbitkan.
Ketika kita sedang sepenuh hati mencintai seseorang, kemudian cinta kita berbalas cinta; tentu hati kita akan berbunga-bunga laksana mendapatkan uang milyaran rupiah seketika.Dan tentu konsentrasi hidup kita akan menjadi penuh dengan semangat, kebahagiaan dan kesenangan
Ada teman saya yang cintanya baru diterima, tiba2 dia menjadi sosok yantg romantis, di meja kerjanya penuh dengan sajak2 cinta, dan bahkan tiap menit, tangannya tak pernah lepas dari handphone, yang katanya untuk sekedar sms rindu, ngingetin dah makan belum, bahkan kadang yang aneh dari temenku itu pula,.dia pernah cerita sering sms ke kekasihnya hanya sekedar untuk ngingetin, apakah dia sudah mandi atau belum,katanya temenku itu,.ceweknya jarang mandi..heheh ada-ada aja.
Namun yang akan saya bahas disini, adalah pengalaman dari temen kuliahku di Jogja yang konon katanya dia baru saja dia dikhianati oleh ceweknya/pujaan hatinya ( kacian dech elo ) Tentu yang terjadi pada temen saya ini adalah broken heart; hatinya pun hancur berkeping-keping!
“Dia memang brengsek, Jo! Padahal aku ini orang paling setia di dunia…”, demikian sumpah serapah seorang kawanku itu pada suatu ketika sambil merah mukanya dan penuh dengan kebencian..
Menurut seorang teman saya yang tinggal di daerah Kendal, dia berpendapat bahwa seorang “pengkhianat cinta”, berarti dia tidak tahu makna sebenarnya tentang cinta itu sendiri. Dia tidak ingin berkomitmen dan tidak ingin terikat dengan cinta yang dia pegang, karena ingin mendapatkan keuntungan dari cinta yang dia tebar (ke orang lain,). Dia tidak teguh pendirian dan tidak bisa melihat orang yang lebih cakep atau lebih kaya dari pasangannya.
Sementara itu, teman lain dari Solo memiliki pendapat yang agak berbeda sebagai berikut. “Pengkhianat cinta? Pengkhianat itu orang yang menyalahgunakan kepercayaan. Menurutku pengkhianat cinta itu juga bisa ketika kita mencintai makhluk lebih daripada Penciptanya. Misal, setiap manusia diberi hati dengan rasa cinta karena Allah Yang Maha Penyayang, akan tetapi rasa itu diumbar secara berlebihan dan salah sasaran. Mencintai pacar kebangeten (berlebihan) sampai menomor sekiankan Allah, orang tua, juga diri sendiri dan rasa malu. Cinta itu suci, tulus dan ikhlas. Jangan sampai ternoda dech! Kalau terlanjur, cepat perbaiki. Pengkhianat cinta mungkin nggak bisa disalahkan sepenuhnya, mungkin karena dia belum tahu seperti apa cinta itu. Sama halnya dengan cinta orang tua, mereka bekerja untuk kehidupan kita. Bahkan mereka tidak tahu apakah kita akan berbakti atau tidak, tapi mereka tetap mencintai kita dan berdoa yang baik-baik, padahal mungkin kita bolos sekolah, nakal, curang tentang uang SPP, bohong, apalagi sampai melakukan tindak kriminal… berarti kita juga sudah jadi pengkhianat cinta! Baik cinta kepada orang tua, juga cinta kepada Allah. Iya kan?”
Demikianlah beberapa pendapat yang bisa menjadi bahan pembanding. Khusus untuk topik kali ini, saya tidak melibatkan komunitas saya karena mereka sedang sibuk dengan urusan masing-masing.
Sebelum melangkah lebih jauh, kita sebutkan dulu beberapa penyebab seseorang berkhianat, menyeleweng atau selingkuh.Ini saya dapat dari beberapa pengalaman dan juga bahan bacaan, atau bagi Anda yang merasa bahwa penyebab dibawah masih kurang, anda boleh menambahkan sendiri:
1. Kita kurang menjaga perasaannya
2. Si dia mencari atau menemukan yang lebih baik atau lebih sempurna dari kita
3. Si dia ingin sesuatu yang lebih dari apa yang sudah kita berikan
4. Si dia sedang mencari sensasi baru
5. Si dia bukan tipe pasangan setia
6. Si dia memang sengaja melukai hati kita
7. Si dia memang seorang buaya darat (untuk lelaki) atau buaya laut (untuk wanita)
8. Dasar sifatnya playboy atau playgirl
Demikian mungkin beberapa alasan kenapa “si dia” yang sangat kita cintai membalas cinta kita yang tulus, suci, plus murni dengan sebuah pengkhianatan yang kejam dan tidak berperi kekasihsayangan.
“Mas, padahal aku sangat mencintainya. Aku mencintainya dengan sepenuh jiwaku. Ketika kami melakukan janji setia, langit dan bumi jadi saksinya. Bahkan dia memintaku untuk bersumpah setia atas nama Tuhan. Aku berpikir bahwa dialah jodoh sejatiku…, tapi kenapa dia tega menduakan cintaku dan menghancurkan perasaanku…?!”
“Hmm, tanya sendiri sama orangnya donk… Mas nggak tau! Nich, ada kolor sepatu warna hitam… bisa untuk gantung diri. Tapi putus tidak ditanggung, hehehehe…”
Sahabat, begitulah kalau hati kita tertambat kepada selain Dia Yang Maha Esa. Kalau patah hati pasti menderita. Bagi anda yang sudah biasa dikhianati mungkin tidak merasakan sakit lagi atau malah tidak percaya lagi dengan yang namanya “cinta”.
Saya pikir pengalaman “dikhianati” seseorang yang kita cintai adalah merupakan salah satu berkah, rahmat atau hidayah dari-Nya agar kita mau menginsafi kesalahan dan melakukan instrospeksi diri. Ternyata Dia Maha Membolak-balikkan Hati, sehingga dalam hitungan detik bisa mengubah perasaan yang tadinya suka/cinta dengan kita menjadi sebaliknya.
Jadi, jangan terlalu sedih atau terluka dengan pengalaman yang satu ini. Juga jangan membenci si dia yang telah mengkhianati cinta kita yang seputih salju Himalaya. Sakit hati karena dikhianati benar-benar akan menjadi ladang pembelajaran bagi kita dalam melatih emosi dan bersikap lebih dewasa. Pengalaman sakit hati akan membuat kita lebih bijak dalam menjalani kehidupan jika kita mau belajar darinya.
Bicara masalah sakit hati karena dikhianati, bukannya saya tidak pernah mengalaminya. Justru pengalaman itu adalah pengalaman terpahit yang pernah saya alami. Namun, dari pengalaman itulah saya banyak mendapatkan pemahaman dan ilmu baru. Saya tidak tahu bagi anda yang mengalami pengalaman yang sama, apakah bisa mengambil manfaatnya atau tidak. Tapi yang jelas hikmahnya selalu ada.
Dari masa sakit hati itu, adanya sahabat-sahabat sejatilah yang bisa menegarkan dan memberi arti indahnya persahabatan. Bila dikenang, hanya sahabat-sahabat sejati sayalah yang ternyata hadir dengan penuh perhatian dan memberi support mental yang luar biasa. Kalau dipikir, ide-ide gila mereka dalam menghadapi “si pengkhianat cinta”-ku saat itu akan membuat saya tertawa sendiri. Dari itu, terkadang sahabat adalah segalanya karena di satu sisi cinta kasih mereka lebih tulus dari kekasih kita yang sebenarnya. Dan sahabat ternyata selalu ada di saat kita benar-benar membutuhkannya.
Sahabat sejati… selalu ingat kita di saat kita mungkin tidak ingat dia. Jauh beda dengan si dia yang telah mengkhianati kita.”.
Jadi menurut saya pribadi, lebih baik kita Memaafkan dan mengikhlaskan orang yang pernah mengkhianati cinta kita
Langkah selanjutnya ialah memaafkan dan mengikhlaskan, tidak hanya orangnya, tapi juga perbuatan si dia yang membuat luka di hati kita. Ini dimaksudkan agar kita bisa merelease emosi negatif berupa amarah, sakit hati maupun dendam dari hati kita, karena semua emosi tersebut adalah emosi yang akan sangat menghambat kemajuan diri kita. Orang yang menyimpan dendam cenderung akan sulit meraih kesuksesan karena semua emosi negatif tersebut akan menyedot energi psikis kita. Jadi, bukannya kita tambah bahagia, namun makin menderita.
Maafkanlah orang yang telah mengkhianati kita, karena memaafkan adalah akhlak yang dicontohkan Rasulullah Saw. Kalau tidak ada orang yang menyakiti hati kita maka kapan kita praktek langsung meneladani akhlak Nabi, yakni memaafkan.
Ikhlaskanlah, karena sesungguhnya semua yang ada di dunia ini—termasuk orang yang menyakiti hati kita—juga adalah milikNya. Ikhlaskan kepergiannya dari hati kita agar tidak ada emosi negatif yang bersarang di hati dan menjadi sumber penyakit, baik lahir maupun batin, dan
yakinlah bahwa hukum karma itu ada
Jika kita mau membuka kitab suci, di situ Allah SWT berfirman dalam Surat Al Israa’ ayat 7 yang artinya, “Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri…”. Dari sini kita tahu bahwa jika orang lain menyakiti kita sesungguhnya dia sedang menyakiti dirinya sendiri. Demikian juga jika menyakiti orang lain, sesungguhnya kita juga sedang menyakiti diri sendiri. Pendek kata, semua itu akan ada balasannya, baik di dunia ini maupun di akhirat nanti.
Hukum karma atau hukum tebar-tuai menyatakan bahwa apa yang kita tebar maka itulah yang akan kita peroleh. Jika yang kita tebar adalah kejahatan, maka bisa dipastikan kejahatan juga yang akan menimpa kita. Begitu juga jika yang kita tebar adalah benih-benih kebaikan, maka kebaikan pula yang akan menghampiri kita, bahkan jumlahnya bisa berlipat ganda.
Sekedar berbagi pengalaman, ternyata bisa dibuktikan… wanita yang pernah mengkhianati saya 2 tahun yang lalu (yang telah saya maafkan) ternyata juga ditinggal kekasihnya dengan sangat ironis. Karma… selalu ada balasan bagi setiap perbuatan atau tindakan yang berhubungan dengan diri dan perasaan orang lain. Oleh karena itu, hati-hatilah…!
Sekedar untuk bahan renungan, dari kisah “pengkhianatan cinta” yang pernah saya alami (semoga pertama dan terakhir), ternyata wanita itu sekarang masih sendiri Dan pernah suatu saat ketika bertemu, dia seolah mencoba menarik simpatiku atau seperti ingin menggali lagi cintaku yang dulu sedalam laut biru
Beberapa teman kalau sedang bercanda berceloteh asal bunyi, “Kenapa tidak CLBK saja, Mas…?” [CLBK menurut temanku adalah singkatan dari Cinta Lama Bersemi Kembali].
“Hmm… bagiku selalu tidak ada kesempatan kedua…!”
“Ya, kami tahu… kesalahan yang pernah dia perbuat tidak mungkin membuat dia berani ngejar-ngejar kamu lagi. Sabar bro, masih banyak wanita lain yang lebih baik dari dia…”
“Thanks sobat! Tapi, masalahnya adalah: mereka tidak ada yang mau…”
“Ah, nggak percaya…! Kami tahu itu, si A, si B, si C, dan si X ada rasa sama kamu… Kenapa nggak pilih salah satu? Bukalah sedikit pintu hatimu…”
“Hmm…” [tidak bisa jawab, ada tanda tanya plus tanda pentung].
“Ngomong donk… koq diem aja…?”
“Mungkin benar ungkapan yang menyatakan hidup tanpa cinta bagai taman tak berbunga. Namun, menurutku ‘cinta’ yang dimaksud adalah cinta dari Sang Pemilik Cinta… Adakah manusia yang mencintai sesamanya demi mengharap keridhaan-Nya…?”
“Ok, kami setuju!!!”
So, jangan pernah takut untuk disakiti, namun takutlah untuk menyakiti.
Dari berbagai sumber
N.A.K
Kamis, 19 Januari 2012
Senin, 16 Januari 2012
Hakekat Hidup A-I-U
Dalam kitab suci manapun telah disebutkan bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mengalami mati. Demikian pula dalam kitab suci Al Qur'an. Kematian merupakan suatu hal yang wajib bagi makhluk yang ada di dunia ini. Setiap insan pun akan mengalami kematian. Kematian yang disini adalah kematian jasad (secara raga).
Namun hakekatnya, setiap makhluk hidup tidak akan pernah mengalami kematian. Bahkan Syekh Siti Jenar telah mengajarkan hakekat dari zikir A-I-U. Apa arti dari A-I-U? A-I-U memiliki arti "AKU IKI URIP" (Aku Ini Hidup).
Meskipun hanya tiga huruf A-I-U, namun memiliki arti yang cukup dalam. Pasalnya, pada hakekatnya setiap makhluk yang telah mati, maka hanya kehilangan jasadnya saja. Namun rohnya tetap hidup untuk selamanya. Ia akan mengalami pengembaraan hingga akhirnya menghadap GUSTI ALLAH.
Tetapi proses untuk kembali pada GUSTI ALLAH itu tidak semudah yang dibayangkan. Seseorang yang telah meninggal dunia, maka ia hanya kehilangan raganya. Setelah itu orang tersebut akan melakukan perjalanan untuk menuju ke GUSTI ALLAH. Rintangan dan halangan untuk menghadap GUSTI ALLAH sangatlah banyak sebelum mencapai haribaan GUSTI ALLAH atau yang di dalam Islam disebut 'Inna lillahi Wa Innailaihi
Rojiun' (dari ALLAH kita berasal dan akan kembali ke ALLAH). Dalam perjalanan tersebut tidak ada lagi materi, jadi tidak mungkin kita mendapatkan kemudahan dengan menyogok seperti yang kita lakukan di
dunia. Semuanya serba murni dari hasil perbuatan kita selama kita di dunia. Nah, A-I-U adalah simbol bahwa manusia meskipun mati karena sakit atau dibunuh, maka hanyalah kehilangan jasad semata.
Orang Jawa pasti sering mendengar kalimat "Urip Iku Ibarat Wong Mampir Ngombe". Nah, dalam kalimat itu kita disuruh untuk memahami dan belajar bahwa sebelumnya kita pernah hidup, dan ketika kita hidup di dunia maka kita hakekatnya adalah beristirahat sebentar.
Oleh karena itu, Syekh Siti Jenar mengajarkan bahwa hakekatnya orang hidup di dunia itu sebenarnya adalah mati. Setelah mati, maka hakekatnya kita melanjutkan perjalanan dan disebut oleh Syekh Siti Jenar bahwa manusia akan mengalami hidup yang sejati setelah proses kematiannya.
Namun hakekatnya, setiap makhluk hidup tidak akan pernah mengalami kematian. Bahkan Syekh Siti Jenar telah mengajarkan hakekat dari zikir A-I-U. Apa arti dari A-I-U? A-I-U memiliki arti "AKU IKI URIP" (Aku Ini Hidup).
Meskipun hanya tiga huruf A-I-U, namun memiliki arti yang cukup dalam. Pasalnya, pada hakekatnya setiap makhluk yang telah mati, maka hanya kehilangan jasadnya saja. Namun rohnya tetap hidup untuk selamanya. Ia akan mengalami pengembaraan hingga akhirnya menghadap GUSTI ALLAH.
Tetapi proses untuk kembali pada GUSTI ALLAH itu tidak semudah yang dibayangkan. Seseorang yang telah meninggal dunia, maka ia hanya kehilangan raganya. Setelah itu orang tersebut akan melakukan perjalanan untuk menuju ke GUSTI ALLAH. Rintangan dan halangan untuk menghadap GUSTI ALLAH sangatlah banyak sebelum mencapai haribaan GUSTI ALLAH atau yang di dalam Islam disebut 'Inna lillahi Wa Innailaihi
Rojiun' (dari ALLAH kita berasal dan akan kembali ke ALLAH). Dalam perjalanan tersebut tidak ada lagi materi, jadi tidak mungkin kita mendapatkan kemudahan dengan menyogok seperti yang kita lakukan di
dunia. Semuanya serba murni dari hasil perbuatan kita selama kita di dunia. Nah, A-I-U adalah simbol bahwa manusia meskipun mati karena sakit atau dibunuh, maka hanyalah kehilangan jasad semata.
Orang Jawa pasti sering mendengar kalimat "Urip Iku Ibarat Wong Mampir Ngombe". Nah, dalam kalimat itu kita disuruh untuk memahami dan belajar bahwa sebelumnya kita pernah hidup, dan ketika kita hidup di dunia maka kita hakekatnya adalah beristirahat sebentar.
Oleh karena itu, Syekh Siti Jenar mengajarkan bahwa hakekatnya orang hidup di dunia itu sebenarnya adalah mati. Setelah mati, maka hakekatnya kita melanjutkan perjalanan dan disebut oleh Syekh Siti Jenar bahwa manusia akan mengalami hidup yang sejati setelah proses kematiannya.
Minggu, 01 Januari 2012
TIBA-TIBA AKU TERINGATMU SAHABAT
Ah ternyata tahun 2012 ini tahun dimana tepat engkau 3 tahun pergi meninggalkanku, aku teringat tanggal dimana, engkau dipanggil oleh Sang Pencipta.Tak terasa bayangmu langsung menyergap wajahku seketika.Aku begitu kangen akan ragamu, aku begitu kangen akan nasehatmu.Yul, kau tentu bahagia disana didalam pangkuan Illahi.Sesaat kau pergi, badai pelan tapi pasti datang dalam kedalm diriku.Mungkin jika kau masih ada, kaulah yang akan menguatkanku, Jika kau masih ada, kaulah yang tentu tiada henti mengingatkanku akan rasa sabar dan ikhlas. Ah Yul, kau telah tiada, kau tidak bisa menjadi saksi perjalanan ujian hidupku.Ingin rasanya aku membuka kembali catatanku tentangmu saat kau dipanggil.Ini sobat, cacatanku tentanmu 2 tahun lalu,..ah sosokmu memang begitu luar biasa sobat, kau tidak hanya berperan sebagai kawan,sahabat bahkan kakakku,.........inilah memoriam itu sobat :
Khabar dini hari ini begitu menyentakkan kalbuku.Yah tepat jam 1 dini hari,.aku mendapatkan khabar,.sahabatku,saudaraku,kawanku yang telah mewarnai sebagian perjalanan hidupku menghadp sang Pencipta karena sakit yang sudah lama diderita.
sungguh berita yang menyesakkan dada.Seketika itu aku tertunduk lesu.Aku menitikkan air mata tanpa berucap mendengar berita itu. Wajahmu langsung terbayang dalam relung hatiku.
Begitu pendekkah umurmu sobat. Maut memang seakan tidak mengenal ruang dan waktu.Kenangan masa silam bersamamu seketika berkelebat dalam bayangku.Aku masih merasakan kehangatan itu masih ada. Aku masih bisa merasakan semangat hidupmu. Impianmu yang menggejolak saat bercerita. Harapanmu guna merentas masa depan serta kebahagiaan-kebahagiaan kecil yang diraihnya ditengah kesendirianmu.
Sobat,aku masih ingat,.engkaulah sobatku yang tiada henti selalu memberikan semangat tentang hidup.engkaulah teman di kala susah,Engkau tiada henti mengingatkanku akan jalan Allah. Dan engkaulah juga sobat, yang selalu berani berkata apa adanya kepadaku tanpa bermaksut menyakitiku.
Engkaulah sahabatku, yang mau menemani aku ketika aku jatuh, ketika aku berada dalam kegelapan cahaya cinta dan ketika aku terperangkap dalam gemerlapnya fatamorgana kehidupan.
Sahabatku, sungguh aku merasa kehilangan.Aku lunglai.Aku menulis iini dengan perasaan yang menyayat hati.Aku menangis.
Aku teringat 7 bulan yang lalu, kala pertama engkau bercerita kepadaku,bahwa engkau baru saja divonis dokter menderita kanker otak dan hidupmu hanya mampu bertahan 3 bulan lagi.Engkau bercerita sambil menitikkan air mata.Engkau menangis, bukan karena vonis itu.Tapi engkau menangis karena merasa tidak bisa menemaniku lagi berdiskusi tentang kehidupan.
Sahabatku, setelah vonis dokter itu, hari-harimu sibuk dengan terapi.,tapi semangat hidupmu luar biasa.Setiap aku menengokmu di rumah sakit, engkau selalu menyambutku dengan senyummu yang paling manis.Meski dalam hatiku, aku pedih, dan tidak tega melihat keadaanmu yang seperti itu.
Sahabat, aku menyesal 2 bulan lebih aku tidak menengokmu disana, aku terlalu sibuk dengan kegiatanku.Meski demikian aku selalu menanyakan khabar akan sakitmu.Tapi itu semua tidak bisa menghilangkan perasaan bersalahku kepadamu sobat.
Di hari-hari terkhirmu, bahkan aku tidak bisa mendampingimu.Aku lagi-lagi sibuk dengan urusanku.Aku tahu pasti engkau sedih.Tapi engkau selalu bilang, urusi dulu kegiatan komunitasmu.Berikan warna komunitasmu dengan hal-hal yang positif.Dan engkau selalu memberiku pesan tetap semangat, apapun masalah yang terjadi.Di setiap pesan itu, engkau selalu mengakhiri kata=kata dengan mengatakan bahwa aku baik-baik saja.
Sahabatku, malam ini memang malam yang menyedihkan bagiku.Malam ini menjadi malam perenungan buatku.Tapi Sahabatku, inilah jalan yang terbaik yang dipilih Allah untukmu.Aku tahu,Allah pasti akan memberikan tempat yang layak disisimu.Karena engkau orang baik.Karena engkau selalu mengingat Allah disetiap waktu .Tidak sepertiku yang selalu melupakanNYA.
Selamat jalan sobat,meski tak percaya, apa mau dikata. Dia telah pergi membawa semua itu dalam lelap tidurmu yang panjang. Semoga Yang di Atas memelukmu lebih erat dari semua yang pernah mengenalmu. Semoga engkau temukan kebahagiaan, ketenangan & ampunan di tempatnya yang baru.Suatu saat perjalananku juga akan berakhir.Suatu saat pasti kita akan bertemu.Karena kematian adalah sebuah kepastian
Sekali lagi selamat jalan sobat.Dan maafkan aku yang tidak bisa menemanimu disaat-saat terakhirmu dulu,...tiba-tiba sekarang di awal tahun 2012 ini, aku teringatmu, aku kangen kamu, dan hanya kamu yang bener2 tahu akan aku,......
Kutulis catatan ini dengan perasaan yang menyayat hati
Khabar dini hari ini begitu menyentakkan kalbuku.Yah tepat jam 1 dini hari,.aku mendapatkan khabar,.sahabatku,saudaraku,kawanku yang telah mewarnai sebagian perjalanan hidupku menghadp sang Pencipta karena sakit yang sudah lama diderita.
sungguh berita yang menyesakkan dada.Seketika itu aku tertunduk lesu.Aku menitikkan air mata tanpa berucap mendengar berita itu. Wajahmu langsung terbayang dalam relung hatiku.
Begitu pendekkah umurmu sobat. Maut memang seakan tidak mengenal ruang dan waktu.Kenangan masa silam bersamamu seketika berkelebat dalam bayangku.Aku masih merasakan kehangatan itu masih ada. Aku masih bisa merasakan semangat hidupmu. Impianmu yang menggejolak saat bercerita. Harapanmu guna merentas masa depan serta kebahagiaan-kebahagiaan kecil yang diraihnya ditengah kesendirianmu.
Sobat,aku masih ingat,.engkaulah sobatku yang tiada henti selalu memberikan semangat tentang hidup.engkaulah teman di kala susah,Engkau tiada henti mengingatkanku akan jalan Allah. Dan engkaulah juga sobat, yang selalu berani berkata apa adanya kepadaku tanpa bermaksut menyakitiku.
Engkaulah sahabatku, yang mau menemani aku ketika aku jatuh, ketika aku berada dalam kegelapan cahaya cinta dan ketika aku terperangkap dalam gemerlapnya fatamorgana kehidupan.
Sahabatku, sungguh aku merasa kehilangan.Aku lunglai.Aku menulis iini dengan perasaan yang menyayat hati.Aku menangis.
Aku teringat 7 bulan yang lalu, kala pertama engkau bercerita kepadaku,bahwa engkau baru saja divonis dokter menderita kanker otak dan hidupmu hanya mampu bertahan 3 bulan lagi.Engkau bercerita sambil menitikkan air mata.Engkau menangis, bukan karena vonis itu.Tapi engkau menangis karena merasa tidak bisa menemaniku lagi berdiskusi tentang kehidupan.
Sahabatku, setelah vonis dokter itu, hari-harimu sibuk dengan terapi.,tapi semangat hidupmu luar biasa.Setiap aku menengokmu di rumah sakit, engkau selalu menyambutku dengan senyummu yang paling manis.Meski dalam hatiku, aku pedih, dan tidak tega melihat keadaanmu yang seperti itu.
Sahabat, aku menyesal 2 bulan lebih aku tidak menengokmu disana, aku terlalu sibuk dengan kegiatanku.Meski demikian aku selalu menanyakan khabar akan sakitmu.Tapi itu semua tidak bisa menghilangkan perasaan bersalahku kepadamu sobat.
Di hari-hari terkhirmu, bahkan aku tidak bisa mendampingimu.Aku lagi-lagi sibuk dengan urusanku.Aku tahu pasti engkau sedih.Tapi engkau selalu bilang, urusi dulu kegiatan komunitasmu.Berikan warna komunitasmu dengan hal-hal yang positif.Dan engkau selalu memberiku pesan tetap semangat, apapun masalah yang terjadi.Di setiap pesan itu, engkau selalu mengakhiri kata=kata dengan mengatakan bahwa aku baik-baik saja.
Sahabatku, malam ini memang malam yang menyedihkan bagiku.Malam ini menjadi malam perenungan buatku.Tapi Sahabatku, inilah jalan yang terbaik yang dipilih Allah untukmu.Aku tahu,Allah pasti akan memberikan tempat yang layak disisimu.Karena engkau orang baik.Karena engkau selalu mengingat Allah disetiap waktu .Tidak sepertiku yang selalu melupakanNYA.
Selamat jalan sobat,meski tak percaya, apa mau dikata. Dia telah pergi membawa semua itu dalam lelap tidurmu yang panjang. Semoga Yang di Atas memelukmu lebih erat dari semua yang pernah mengenalmu. Semoga engkau temukan kebahagiaan, ketenangan & ampunan di tempatnya yang baru.Suatu saat perjalananku juga akan berakhir.Suatu saat pasti kita akan bertemu.Karena kematian adalah sebuah kepastian
Sekali lagi selamat jalan sobat.Dan maafkan aku yang tidak bisa menemanimu disaat-saat terakhirmu dulu,...tiba-tiba sekarang di awal tahun 2012 ini, aku teringatmu, aku kangen kamu, dan hanya kamu yang bener2 tahu akan aku,......
Kutulis catatan ini dengan perasaan yang menyayat hati
RENUNGAN PERJALANAN
Waktu kita sedang jaya, kita merasa banyak teman di sekeliling kita, kita Percaya Diri melakukan apa saja.
1. Waktu kita tak berdaya, barulah kita sadar siapa saja sahabat sejati kita.
2. Dan waktu kita down, kita baru sadar selama ini siapa saja teman yg hanya memperalat & menggunakan kita…
3. Waktu kita sakit, kita baru tahu bahwa sehat itu sangat penting, jauh melebihi harta.
4. Manakala kita miskin, kita baru tahu jadi org harus banyak memberi / bersedekah dan saling membantu.
5. Ketika kita tua, kita baru tahu kalo masih banyak yg belum dikerjakan.
6. Dan, setelah di ambang ajal, kita baru tahu ternyata begitu banyak waktu yg terbuang sia-sia.
Hidup tidaklah lama, sudah saatnya kita bersama-sama MEMBUAT HIDUP LEBIH BERHARGA:
- Saling menghargai
- Jadilah teman setia tanpa syarat.
- Saling membantu dan memberi
- Saling mendukung
Jadilah teman tanpa SYARAT
Langganan:
Postingan (Atom)
