Senin, 11 April 2011

Renungan Kehidupan

Pernahkah kamu merasakan,
bahwa kamu mencintai seseorang,
meski kamu tahu ia tak sendiri lagi, dan
meski kamu tahu cintamu mungkin tak berbalas,
tapi kamu tetap mencintainya,

Pernahkah kamu merasakan,
bahwa kamu sanggup melakukan apa saja demi seseorang yang kamu cintai,
meski kamu tahu ia takkan pernah peduli ataupun
ia peduli dan mengerti, tapi ia tetap pergi.Bahkan tetap acuh tak acuh kepadamu

Pernahkah kamu merasakan, bahwa kamu rela berkorban untuk dia
Rela untuk berbuat apa saja demi kebahagiaan dia, rela untuk mengorbankan waktu untuk dia, dan bahka rela untuk selalu mengorbankan aktivitas sehari-hari untuk menamani dia, namun dia bahkan justru meninggalkanmu, bahkan menganggapmu adalah seorang pecundang
 Pernahkah kamu merasakan disaat kamu memiliki banyak harta, banyak sahabat yang mendekat kepadamu , disaat kamu memiliku banyak materi banyak sahabat yang rela untuk menemanimu, bahkan disaat kita berada dalam surganya kehidupan, banyak sahabat yang memujimu seolah-olah apa yang kamu lakukan tidak pernah salah, namun namun disaat kamu terpuruk  dan jatuh dalam ujian kehidupan terkapar dalam hempasan samudera cobaan kehidupan, justru mereka yang paling lantang membencimu, justru sahabat itu yang gegap gempita meninggalkanmu, justru sahabatmu yang paling keras menghakimimu bahkan untuk sekedar berbagi ceritapun mereka seolah-olah sudah tidak punya waktu lagi
Pernahkah kamu merasakan hebatnya cinta dan hebatnya sebuah persahabatan
tersenyum kala terluka,
menangis kala bahagia,
bersedih kala bersama,
tertawa kala berpisah,

Aku pernah merasakan itu semua kawan dan itu terjadi padaku hari ini .........
Aku tersenyum meski kuterluka !
karena kuyakin Tuhan tak menjadikannya untukku terluka selamanya
Aku menangis kala bahagia,
karena kutakut kebahagiaan cinta ini akan sirna begitu saja,

Aku juga pernah tertawa saat berpisah dengannya,
karena sekali lagi, cinta tak harus memiliki, dan
Tuhan pasti telah menyiapkan cinta yang lain untukku.

Aku tetap bisa mencintainya,
meski ia tak dapat kurengkuh dalam pelukanku,
karena memang cinta ada dalam jiwa, dan bukan ada dalam raga.

Setiap manusia pasti pernah merasakan indahnya persahabatan,
Namun jika persahabatan dibangun atas dasar materi atas dasar kepentingang, itu bukanlah persahabatan.Persahabatan bukanlah seperti jual beli dipasar.Persahabatan harus didasarkan akan cinta. Persahabatan haruslah tetap abadi walau salah satu diantaranya duguncang prahara, persahabatan tidak dibatasi oleh ruang dan waktu.Bagimu teman, jika masih memiliki sahabat seperti itu, bersyurlah, pupuk persahabatan itu tanpa ada sekat apapun

Semua orang pasti pernah merasakan cinta..
baik dari orang tua... sahabat.. kekasih dan
akhirnya pasangan hidupnya.

Buat temenku yg sedang jatuh cinta.. selamat yah..
karena cinta itu sangat indah,dan cinta tidak bisa diukur dengan kekuatan materi
Semoga cinta kalian murni,cinta kalian abadi, cinta kalian bukan cinta jual beli, namun cinta kalian adalah cinta,.tanpa titik titik.Semoga kalian selalu berbahagia.

Buat temanku yg sedang terluka karena cinta...
Hidup itu bagaikan roda yang terus berputar,
satu saat akan berada di bawah dan hidup terasa begitu sulit,
tetapi keadaan itu tidak untuk selamanya,
bersabarlah dan berdoalah karena cinta yang lain
akan datang dan menghampirimu.

Buat temanku yang tidak percaya akan cinta... buka hatimu ...
jangan menutup mata akan keindahan yang ada di dunia
maka cinta membuat hidupmu menjadi bahagia.

Buat temanku yang mendambakan cinta.. bersabarlah..
karena cinta yang indah tidak terjadi dalam sekejab..
Tuhan sedang mempersiapkan segala yang terbaik bagimu

Dan buat temanku yang suka berpetualang, teruskan aktivitasmu...
Dekatilah orang-orang yang yang kamu anggap menguntungkanmu, membuatmu menjadi laksana raja.Cintailah orang-orang yang bisa membelimu, dan teruskanlah perjuanganmu itu, asalkan memang bisa membuatmu bahagia.....Namun ingatlah kawan, hidup akan selalu berputar, jangan sampai petualanganmu justru akan menggilasmu....

Semarang 09 April 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar