Sungguh berita di media mengenai wakil rakyatku akhir2 ini sungguh sangat ironis. Bagaimana tidak ironis, disaat rakyat sang pemilik kedaulatan menolak pembangunan gedung wakil rakyat nan mewah, mereka tetap bergeming bahkan seolah-olah cuek akan aspirasi rakyat. Yang sungguh sangat menyebalkan adalah pernyataan dari Ketua DPR yang tidak berbobot, kampungan dan tak pantas diucapkan.Beliau mengatakan, bahwa urusan gedung biarlah ditangani kaum elit saja, rakyat tidak perlu diajak bicara, rakyat belum mampu bicara untuk hal-hal yang beginian begitu kata Ketua DPR kita. Kalau melihat fenomena ini, saya jadi berpikir, makhluk macam apakah yang berada di gedung dewan sekarang ini, apakah mereka masih memiliki telinga? ataukah mereka masih memiliki mata? Apakah mereka tidak bisa mendengar dan melihat, bahwa rakyat masih menderita.Apakah mereka tidak mampu berhitung, bahwa uang 1.8 trilyun bisa digunuakan untuk membangun 100ribu rumah sangat sederhana, bisa merenovasi ribuan gedung-gedung sekolah yang hampir ambruk di seantero nusantara ini. Begitu egoiskah mereka mementingkan dirinya sendiri.Ataukah mereka merasa percaya diri, bahwa kinerja mereka bagus di mata rakyat.??
Sikap DPR ini jelas konyol dan tak tahu malu. Di tengah utang pemerintah yang kian hari kian menggunung, di tengah lautan penderitaan rakyat banyak yang untuk bisa makan nasi sehari sekali saja sulit, di tengah kemiskinan yang menggila di seluruh penjuru negeri, para anggota DPR ini dengan seenak perutnya mengalokasikan uang rakyat dalam jumlah triliunan rupiah demi membuat kepentingan mereka sendiri.
Bukan rahasia umum lagi jika proyek-proyek seperti ini sarat dengan kolusi dan korupsi. Namun bagi para pejabat tersebut, soal halal haram bukan lagi ukuran. Mereka berpameo, “Cari yang haram saja sulit, buat apa susah payah cari yang halal…” mugkin begitu kata mereka.Padahal banyak dari mereka yang mengaku dirinya muslim dan hamba Allah.Munanafik begitu kata rakyat.
Terlepas dari desain gedung baru DPR yang selaras dengan rancang-bangun desain bangunan ala barat, dan sungguh ironis pula, desain bangunannya tidak mencerminkan selera nusantara.Mungkin apakah arsitekturnya juga bergaya ala barat dan tidak cinta Indonesia kali. Terlepas dari itu,rencana ini memang benar-benar keterlaluan bejatnya, sehingga tak ada yang salah ketika banyak orang mengamini ketika ada yang berharap agar lembaga DPR itu dibubarkan saja.
Atau ada pula yang di dalam status Facebooknya berdoa agar setelah gedung itu dibangun dan dipakai, roboh, agar semua anggota DPR terkubur hidup-hidup di dalamnya. Terdengar jahat, memang. Namun jauh lebih jahat sikap dan perilaku anggota DPR itu yang selalu saja menggarong uang rakyat lewat berbagai “kebijakan” yang sama sekali tidak bijak.
Rakyat pemilik kedaulatan hanya bisa mengelus dada melihat wakil mereka, rayat untuk sementara hanya bisa jengkel, dan diam untuk sesaat.Namun para wakil rakyat harus sadar, jangan tunggu rakyat marah,karena bagaimanapun disaat tingkat kesulitan hidup yang semakin meninggi, apapun kejadian bisa menjadikan bom waktu.Jangan sampai rakyat turun ke jalan, dan kembali menduduki gedung dewan lagi seperti tahun 1998.Sebagai wakil rakyat, mereka harus menunjukkan kinerja yang nyata dulu bagi rakyat yang diwakilinya.Apalagi kinerja wakil rakyat dari tahun ke tahun malah menunjukkan kemerosotan. Janganlah menari diatas penderitaan rakyat.Mereka harus ingat, bahwa mereka bisa duduk di singgasana wakil rakyat karena rakyat yang memilihnya.Jangan lupakan rakyat, jika memang mereka merasa menjadi wakil rakyat.Namun sebagai rakyat yang memiliki kedaulatan yang tertinggi di negeri ini, kitapun wajib merenungkan, apakah kita masih memerlukan wakil rakyat dengan kualitas seperti itu???? Ataukah para wakil rakyat itu mau dijuluki sebagai anggota dewan yang terlaknat???
Semarang 12 April 2011
N.A.K

Tidak ada komentar:
Posting Komentar