Sabtu, 31 Desember 2011

GELISAH

Dini hari ini aku bener-bener kaget membaca smsmu.Sms yang syarat dengan tuduhan dan fitnah.Namun meski demikian aku tetap tersenyum.Entah apa yang mendasarimu, sehingga kau begitu rupa berkata demikian.
Sungguh sangat disayangkan, tanpa menganalisa terlebih dahulu, tanpa melakukan tabbayun, kau langsung menghardik ba bi bu,.seperti senapan mesih yang dengan gegap gempita menembakkan peluru kearah musuhnya,.
Itulah gayamu, yang selama ini kukenal. Dan akupun lunglai tanpa daya menghadapi tuduhannmu.Dikala kepalaku pusing tujuh keliling dengan beberapa tugas yang belum selesai, dan sakitku yang tak kunjung sembuh. Sehingga isi kepala yang padamulanya penuh inspirasi untuk menulis, tiba-tiba blank.
Kuberdiri menghadap jendela, kusaksikan lalu lalang manusia dari atas jendela hotelku.Sambil menghela nafas, kebalas smsmu, meski sebenarnya itu tak perlu.Kumencoba menjelaskan dengan dilandasi kejujuran. Dan akupun mencoba tak peduli dengan balasan smsmu lagi.
Dengan malas kumencoba tiduran diatas ranjang.Kuingin menyelesaikan kembali kerjaan dan tugas yang sempat terhenti beberapa menit.Namun ternyata pikiranku tak bisa.Aku benar2x masih blank.
Ah kau bener2 membuatku pikiran.Kucoba tutup laptopku dan membuang semua kertas yang berada di diranjangku.Entah mengapa aku bener2 jengkel malam ini.Kejadian yang menimpaku hari ini,mencapai puncakknya ketika kau sms dengan nada menuduh.
Aku ambil bantal dan guling yang ada disampingku.Aku berusaha untuk tidur dan terlelap.Aku tidak pedulikan lagi novel itu.Kutakpedulikan lahgi tulisan2 yang ingin kubuat.Yang jelas, mala ini, aku ingin segera tidur, melupakan semua yang terjadi hari ini, walau hanya sejenak

Jakarta, 30 Desember 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar